Dalam arti Yang tidak mati

Selasa, 29 Mei 2012

Pada suatu waktu..#Malam


Jalan yang kulalui masih sama seperti dulu, Pertokoan disepanjang jalan ini, masih tegak berdiri. Tak banyak pembangunan fisik yang terbangun dikota ini, namun ku rasa kota ini semakin cantik. Tempat-tempat pedagang kaki lima yang dulu berderet sepanjang trotoar ini, kini berganti dengan taman-taman yang dipenuhi rumput hijau dan juga bunga-bunga yang berwarna-warni.  Ini membuatku semakin betah berjalan disepanjang jalan yang kini trotoarnya semakin meluas.
Langkahku pun terhenti di depan gerbang besar yang diatasnya dihiasi ukiran khas jawa, tepat ditempat aku berhenti saat ini terdapat pohon beringin yang besar, teduh. Beberapa orang pun tampak duduk disekitar pembatas beton yang berada disekeliling pohon tersebut, sekedar berteduh, atau menyengajakan diri berada ditempat itu untuk menunggu seseorang. Aku pun memilih untuk masuk melewati gerbang besar ini. Ketika memasukinya, aku pun langsung menuju ke bagian tengah area tersebut, ada sebuah bangunan dengan empat tiang yang menyangga atap lebar bangunan tersenu, yang tak memiliki jendela, pintu, bahkan tembok. Hanya sebuah lantai luas yang terbuat dari keramik serta penyangga dan atap tadi. Ini yang orang jawa sebut sebagai pendopo.
Aku mencoba terus menulis, dengan harapan aku bisa sedikit mengantuk, sehingga dapat membuka sedikit gerbang mimpiku. Tapi bukan mengantuk yang kurasa, tapi malah rasa yang terus terjaga. Apa ini akibat kopi yang tadi aku minum?! Hanya dua gelas. Tapi astaga, aku malah semakin terjaga, ditemani seekor kupu-kupu malam di layar laptopku, sementara alunan lagu-lagu lawas Led Zeppelin terus mengalun dari spiker laptopku.
Aku mulai menguap, tapi aku rasa itu belum cukup membawaku untuk tidur.
Entah apa yang ingin ku rulis, aku hanya melampiaskan hasrat jariku yang ingin menari, otakku yang ingin terus berimaginasi. Tak ingin dihentikan iramanya. Masih berharap untuk semakin mengantuk. Sudah hampir jam satu pagi, sedangkan mataku belum merasa kantuk sedikit pun.
Memaksakan diri untuk menguap, berharap semakin mengantuk.  

Jumat, 11 Mei 2012

Arti Dari


Ketika ketegaran membuahkan makna yang lain dari sebuah arti kehidupan, aku pun berdiri diantarannya
Ketegaran dan kekuatan
Kekuatan yang memberiku ketegaran
Ketegaran yang memberiku kekuatan
Melangkah deangn rasa yang selama ini banyak ku percaya
Memberikaku berbagai warna dan lebih menghargai arti persahabatan dan kepercayaan
Ya kepercayaan yang selama ini ku kesampingkan,
Ternyata selalu ada disamping ku dan menemaniku.
Bahkan menantikan ku untuk ada di sekalilingku.

Sabtu, 10 Maret 2012

Aku dan seluruh cintaku


Aku tak tau berapa lama aku akan menghabiskan waktuku
Namun aku ingin melewatkannya bersama dengan orang yang aku sayangi
Entah, siapapun dia, bagaimana rupanya.
Setidaknya kekuatan yang dulu tak ku percayai telah menguatkanku
Menuntunku hingga titik ini.
Titik dimana semua yang ku inginkan terwujud satu persatu.
Karena aku mempercayainya.

Aku mempercayai bahwa cinta lah yang akan menggiringku pada satu titik kesempurnaan.
Ketika begitu banyak cinta meninggalkan ku dan mereka berdiri dengan senyum cinta mereka masing-masing.
Aku hanya percaya bahwa senyum dan cintaku pun memiliki waktunya sendiri.

Aku hanya harus menjaga tiap rasa cinta yang ku miliki saat ini.
Melangkah dan melaluinya dengan kesungguhan rasa, walaupun titiknya belum dapat ku lihat,
Walaupun bisa saja cinta itu hanya singgah sebentar dan menutupi luka lama ku hingga sembuh dan mungkin akan menjadi luka yang baru.
Namun aku percaya masih banyak cinta untukku.
Aku tak perlu takut tersakiti lagi, karena begitu banyak luka yang ku dapat akan menghadirkan banyak pula cinta untuk ku.

Sabtu, 14 Januari 2012

waktumu untuk bergerak..

lalu matahari punya masa untuk memadamkan sinarnya.
lalu matahari memiliki masa yang selalu berkurang hingga akhirnya ia hanayalah debu.
namun sebelum itu terjadi ia tak pernah berhenti menyinari dunia.

bukankah mawar memiliki warna yang indah?
bukankah ia tahu suatu saat ia dapat layu dan tak lagi indah?
lalu mengapa ia tetap memancarkan ke indahannya?

semua memiliki masanya sendiri untuk berhenti, mati dan tak berdetik
namun selama masa itu belum datang, jangan biarkan dirimu berhenti.
 

Kamis, 15 Desember 2011

Hujan #4

Hujan masih turun, desemberku penuh teka-teki
dipaksa untuk tak mengigau atau pun bermimpi
angin yang berhembus singgah perlahan membelai rambut ini
aku tersenyum.

hujannya masih menyisakan dingin di tengkukku
menghantarkanku akan rindu kecup hembusan angin
yang saat ini tengah singgah

Jumat, 25 November 2011

Hujan #3


Hujan yang menerpa wajahku perlahan menentramkan hatiku.
Puluhan liter air mata yang ku alirkan dari mataku tadi malam pun terhapus.
Tak berbekas.

Bagai gunung yang diguyur hujan, berusaha menghapuskan seluruh rasa sakit dan luka
Dan yang tampak hanyalah kegagahan, ketabahan dan kekuatannya.
 
Aku memilih menjadi gunung gagah itu,
Agar orang-orang di sekitarku tetap bisa tersenyum.
Tak ada gunanya membagikan pilu ataupun resah.

Selasa, 15 November 2011

Kesepakatan

kebenaran adalah kesepakatan bersama,

Travelling (Bogor)

Travelling (Bogor)
dalam setiap ruang ada arti,,rumput pun berbicara dari balik hijaunya...